Kamis, 07 Juni 2012

Pada jaman Fir'aun di Mesir, para pekerja kasar dari proyek pembangunan piramida Cheops, konon memiliki stamina tubuh yang sangat prima. Dalam catatan sejarah kuno disebutkan, ribuan pekerja itu meskipun tanpa ada coffe break, telah bisa merampungkan pekerjaan raksasa tersebut dengan sukses. Dalam catatan menu dalam dinding piramida Cheops tertulis bahwa makanan harian para pekerjanya selalu disertakan bawang putih. Mereka percaya bawang putih sangat diperlukan untuk memperoleh kekuatan, stamina dan semangat hidup..

Atlet-atlet Yunani jaman kuno terkenal mempunyai fisik kuat dengan stamina yang tinggi karena mereka bisa makan bawang putih mentah dalam menu hariannya. Para atlet Olimpiade I juga mengunyah bawang putih sebagai penguat stamina.

Bala tentara Roma yang terkenal sangat perkasa disebutkan banyak mengonsumsi bawang putih untuk meningkatkan keberanian dan semangatnya di medan peperangan.

Sedangkan Hypocrates, yaitu Bapak kedokteran sedunia, memuji khasiat bawang putih sebagai obat perangsang untuk mengeluarkan air seni. Ia juga memanfaatkan bawang putih untuk pneumonia dan luka-luka infeksi.

Demikian juga Louis Pasteur, pada tahun 1858 mengumumkan bahwa bawang putih sanggup membunuh bakteri. Ia sebelumnya telah membuktikan kuman-kuman yang dibiakkannya mati semua setelah dibubuhi bawang putih.

Dalam tahun 1665, dimana wabah penyakit pes yang hebat melanda Inggris, ribuan rakyat meninggal. Namun anehnya semua penghuni dari seluruh rumah besar di daerah Chester selamat semua. Kemudian diketahui bahwa di dalam rumah tersebut tersimpan bawang putih kering yang cukup banyak jumlahnya. Ternyata konsumsi bawang putihlah yang menyebabkan penghuninya bebas dari malapetaka wabah penyakit pes itu. Rumah itu kemudian dikenal sebagai God Provident House atau Tudor House yang hingga kini masih ada dan terbuka untuk umum.

Pada saat Perang Dunia I berkecamuk, bawang putih pun ambil bagian sebagai penyembuh. Orang mengusapkan ramuan bawang putih pada luka untuk mencegah pembusukan. Hal yang sama juga dilakukan pada saat Perang Dunia II berlangsung. Malah kemudian muncul istilah "pinisilin Rusia" untuk bawang putih.

Sejak jaman lampau, Bulgaria memiliki penduduk dalam jumlah banyak serta panjang umur, ternyata bawang putih menjadi bagian penting dalam menu makanan rakyatnya.

Bangsa Jepang juga memiliki kegemaran mengonsumsi bawang. Para peneliti dari Mitsui Natural Chemical Associa (Jepang) mengungkapkan, hasil olahan makanan masyarakat Jepang yang menggunakan campuran bawang putih menjauhkan para konsumennya dari penyakit tumor atau kanker. Tak menghernkan masyarakat Jepang termasuk jarang sekali yang terkena penyakit, sehingga pemakaian rempah-rempah khususnya bawang putih menjadi sangat populer di Jepang. Sampai-sampai ada ungkapan 'Sekali waktu ada kesempatan mengunjungi Jepang, jangan lupa membeli garlic juice, sejenis minuman segar yang terbuat dari bawang. Minuman ini rasanya sedap dan tak berbau bawang sama sekali.

Pasalnya, kita kerap enggan mengonsumsi bawang secara langsung (bukan sebagai bumbu), salah satunya ya karena bau mulut kita akan beraroma bau bawang bukan! Kalau berasa sedap dan tak berbau bawang seperti garlic

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar