Jumat, 25 Mei 2012

PERBENIHAN BAWANG MERAH


Varietas TIRON BANTUL

1. PENDAHULUAN
  Bawang merah (Allium ascalonicum), termasuk dalam famili Amaryllidaceae, genus Allium merupakan komoditas hortikultura yang banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi.
Bawang merah varietas Tiron telah banyak dikembangkan di wilayah Kabupaten Bantul.
"Tiron" diambil dari nama seorang petani yang menemukan umbi bibit bawang di pesisir wilayah Kretek Bantul, dan menanam beberapa siung di kaleng bekas, kemudian ditanam di lahan swah dan terus berkembang sampai saat ini.
Bawang Merah Tiron Kabupaten Bantul telah dilepas sebagai varietas unggul dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 498/kpts/TP.240/8/2002 tanggal 21 Agustus 2003.
Besarnya respon petani dalam menanam Bawang Merah Tiron dikarenakan varietas ini memiliki keunggulan :
a. Produksi cukup tinggi
b. Umur pendek/genjah (55 hari)
c. Cukup tahan terhadap:
- Penyakit busuk ujung daun (Phytophthora porii)
- Penyakit busuk umbi (Botrytis allii)
d. Cukup tahan di musim penghujan
e. Berkembang baik pada ketinggian 0-100m dari permukaan laut. Di musim kemarau maupun musim penghujan produksi Bawang Merah Tiron Bantul tetang tinggi
f. Ukuran umbi relatif lebih kecil dibanding jenis lainnya sehingga menghemat penggunaan banih per satuan laus
g. Harga jual Bawang Merah Tiron relatif stabil baik untuk konsumsi maupun benih
h. Ketahanan benih untuk musim penghujan cukup tinggi dan dapat dipenuhi dengan varietas Tiron Bantul karena ketahanan terhadap busuk umbi
2. PERBANYAKAN BENIH BAWANG MERAH TIRON
 
2.1. Pemilihan Lokasi
Lokasi memnuhi syarat untuk budidaya bawang merah untuk benih yaitu :
- Lahan harus cocok untuk bertanam bawang merah
- Lahan bebas dari nematode dan penyakit busuk umbi
- Terisolasi dari tanaman bawang lain, minimal 500m, bila untuk menghasilkan benih berupa biji
- Melakukan seleksi terhadap pertanaman dengan membuang tanaman yang menyimpang dari bentuk normal, serta membuang tanaman yang terserang hama-hama penyakit
- Melakukan pemeliharaan yang lebih intensif
2.2. Benih
Kebutuhan benih tiap hektarnya ditentukan oleh jarak tanam dan ukuran benih yang digunakan. Jarak tanam untuk keperluan benih dan populasi tanaman dalam satu area pertanaman dapat dilihat pada tabel berikut :
Jarak Tanam
Kebutuhan benih/ha (ton)
Populasi tanaman
Ukuran Umbi 5 gr
Ukuran Umbi 2,5 gr
(20 x 20) cm
(20 x 15) cm
(15 x 15) cm
(15 x 10) cm
1,4
1,8
2,4
3,6
0,7
0,9
1,2
1,8
250.000
333.000
644.000
666.000

Syarat-syarat benih :
- Penggunaan benih bermutu merupakan syarat meutlak dalam bdudidaya bawnag merah
- Tanaman yang digunakan untuk benih hendaknya dipanen cukup tua, umur antara 60-80 hari (dataran rendah), 80-100 haru (datran tinggi)
- Telah diseleksi di lapangan
- Umbi untuk benih adalah berukuran sedang, berdiameter 1,5-2 cm, bentuk simetris
- Sudah disimpan 2-4 bualan
- Warna umbi untuk benih mengkilap
- Bebas organisme penggangu, sehat, tidak cacat, serta tidak mengandung hama dan penyakit
3. PERSIAPAN LAHAN
 
- Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 80-100 cm, dengan cara menggali lahan sedalam 15 cm, panjang bedengan menyesuaikan/tergantung luas lahan
- Jarak antara bedengan 45 cm (sebagai jalan)
- Taburkan secara merata pupuk organik 10 ton/ha (fine compos) dan 40 ton/ha (pupuk kandang), tambahkan pupuk SP-36 sebanak 100 kg/ha sebagai pupuk dasar
4. PENANAMAN
 
- Siram bedengan dengan air yang bersih sebelum penanaman dimulai
- Buatlah lubang tanam/jarak tanam (20x15) cm sedalam umbi bawang
- Benamkan umbi bawang dalam lubang tanam dengan posisi tegak dan agak ditekan sedikit ke bawah hingga ujung umbi rata dengan permukaan tanah
- Tutup bedengan yang telah ditanami dengan mulsa jerami untuk menjaga kelembaban pada siang hari
- Pananaman bawang merah di lahan pasir sebaiknya dilakukan pada musim hujan
5. PEMUPUKAN
  Selain pupuk dasar perlu dilakukan pemupukan susulan :
- Pupuk ZA diberikan 3 kali masing-masing pada umur 12 hari, 23 hari dan 35 hari setelah tanam dengan dosis 300 kg/ha
- Pupuk KCl diberikan 1 kali pada umur 12 hari setelah tanam dengan dosis 100 kg/ha
6. PENYIRAMAN
  Usahakan agar tanah tetap lembab sampai umur tanaman 50 hari dengan melakukan penyiraman pagi dan sore secara rutin, air yang digunakan untuk penyiraman dengan memperhatikan :
- Air tidak mengandung racun yang membahayak pertumbuhan tanaman dan tanah
- Sumber air tidak berasal dari saluran pembuangan limbah industri yang dapat membahayakan tanah dan tanaman
7. PEMELIHARAAN
  Pemeliharaan meliputi : penyiangan dan pencabutan gulma, pengendalian hama penyakit dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan
8. SELEKSI
  Seleksi dilakukan pada usia tanaman 15 hari. Tindakan ini dilakukan untuk menghilangkan varietas lain dengan cara dicabut.
9. P A N E N
  Bawang merah dapat dipanen pada umur 55 hari untuk bawang merah konsumsi dan umur 60-80 hari untuk dijadikan benih. Ciri-ciri bawang merah yang siap dipanen yaitu pangkal daun menipis, daun tampak menguning, daun rebah >60% dan buah mengambang warna merah dan keras. Cara memanen, bawang merah dicabut seluruh tanaman secara hati-hati agar tidak ada umbi yang tertinggal.
10. PROSESING BENIH
- Pengeringan umbi dilakukan dengan dijajar berbaris selebar bedegan dengan umbi bawang ditutup 1/3 dari daun cabutan berikutnya dan dikeringkan selama 4-6 hari
- Proses pengeringan dihentikan aabila umbi sudah terlihat megkilap, lebih merah, leher umbi tampak keras dan bila terkena sentuhan terdengar gemersik
- Sortasi dilakukan setelah proses pengeringan
- Ikatan bawang merah dapat disimpan dalam rak penyimpanan atau digantung dengan akdar air 80-85%
- Ruang penyimpanan harus bersih, cukup ventilasi dan tidak dicampur dengan komoditas lain, dengan suhu 30-33°C dan kelembaban 55-75%
- Setelah 1-1,5 bulan penyimpanan, dilakukan sortasi terhadap umbi bawang merah yang keropos/busuk
- Diberi fungisida/insektisida, ditaburkan dibagian antara umbi dan ikatan dalam
- Benih bawang merah jika disimpan dengan baik, dapat bertahan hingga 2-4 bulan dalam penyimpanan
11. PROSES SERTIFIKASI
- Mengajukan permohonan sertifikat ke UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Pertanian Pro. D.I. Yogyakarta
- Pemerikasaan pendahuluan
- Pemeriksaan tanaman di lapangan
- Pengambilan contoh benih
- Pemasangan label
   
DISKRIPSI BAWANGMERAH
VARIETAS TIRON

Asal tanaman : Kabupaten BAntul
Umur tanaman : mulai berbunga 45 hari panen 55 hari (daun melemas >60%)
Tinggi tanaman : 37-44 cm
Jumlah anakan : 9-21 umbi
Jumlah daun per umbi : 3-5 helai
Jumlah daun per rumpun : 34-57 helai
Bentuk daum : pipa dengan ujung runcing
Warna daun : hijau keputihan
Panjang daun : 24-42 cm
Diameter daun : 33-35 mm
Bentuk bunga : seperti payung
Warna bunga : putih
Bentuk biji : bulat
Warna biji : abu-abu
Berat umbi basah (penen) : 44-149 gram per rumpun
Potensi hasil : 9-13 tom umbi basah per hektar
Susut bobot umbi : 30%
Ketahanan terhadap OPT : tahan terhadap busuk ujung daun (Phytophyhora porii) agak tahan terhadap busuk umbi (Botrytis allii)
Keterangan : cocok untuk ditanam pada ketinggian 0-100 meter diatas permukaan laut dan lahan berpasir serta dapat dikembangkan pada musim hujan

Bawang Merah memiliki ciri - ciri sebagai berikut :


Picture
Picture
1. Tanaman semusim
2. Berakar serabut
3. Memiliki umbi yang berlapis
4. Daun berbentuk silinder berongga
5. Warna umbi merah , keputihan pada bagian dalam umbi
6. Mahkota bunga berbentuk bulat telur

BUDIDAYA BAWANG MERAH ASAL BIJI


Sampai saat ini petani bawang merah di Daerah Istimewa Yogyakarta selalu menggunakan umbi bibit sebagai bahan tanaman. Bibit yang berasal dari umbi, daya hasilnya relatif tidak berubah dengan bergantinya waktu. Peningkatan daya hasil hanya bisa dilakukan melalui perbaikan kultur teknis, dan suatu ketika produksi bawang merah akan mengalami penurunan.
Untuk meningkatkan produktivitas bawang merah selain perbaikan kultur teknis, petani perlu dikenalkan varietas unggul “TUK-TUK” yang dapat ditanam melalui biji. Ciri-ciri bawang merah ini antara lain bentuk umbi bulat, ukuran seperti bawang merah lokal Philipina, warna umbi merah muda sampai kecoklatan.
Bawang ini dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan suhu optimal 25 – 32 derajat celcius, tanah yang cocok adalah tanah yang aerasinya baik, subur, gembur, mempunyai bahan organik tinggi, sedang pH tanah berkisar 5,5-6,5. Adapun cara bercocok tanamnya sebagai berikut :

CARA BERCOCOK TANAM

Persemaian

Benih atau biji sebaiknya disemai pada lahan terbuka agar tumbuh dengan baik, caranya:
1. Buat bedengan dengan lebar 1m, tinggi 40cm-50cm, dan panjang menyesuaikan lahan yang tersedia.
2. Usahakan jarak antar bedengan 40-50 cm.
3. Campur tanah bedengan dengan pupuk kandang 2 Kg/m2 dan kapur pertanian sebanyak 150-200g/m2,
4. Ratakan kembali bedengan tersebut,
5. Taburi bedengan dengan sekam padi setebal 9-10 cm.
6. Bakar sekam padi selanjutnya dibiarkan selama 1 hari.
7. Ratakan bedengan, beri pupuk dasar KCI:50g/m2; SP-36:50g/m2 dan bahan aktif karbofuran 5g/m2,
8. Buat alur melintang dengan jarak antara alur 5-10cm dan kedalaman 1 cm.
9. Taburkan biji bawang merah pada alur tersebut sebanyak 150-200 biji/alur, kemudian tutup alur dengan tanah.
10. Lakukan penyiraman secara rutin dan hati-hati untuk menjaga kelembaban;
11. Kecambah akan muncul 5-10 HSS (Hari Setelah Semai);
12. Bila musim hujan sebaiknya bedengan ditutp dengan sungkup plastik selama 3-4 minggu.

Penanaman

1. Buat bedengan yang sama baik ukuran maupun perlakuannya seperti bedengan pesemaian, kemudian diari sampai basah.
2. Buat lubang tanam dengan jarak dalam barisan 5cm-10cm dan jarak antar barisan 10cm;
3. Usahakan baris tanaman dibuat memotong bedengan untuk memudahkan penyiangan;
4. Tanam bibit yang telah berumur 6 minggu setelah semai dengan memasukkan bibit kedalam lubang tanam satu lubang satu bibit;
5. Tekan tanah disekitarnya dengan lembut supaya akarnya menyatu dengan tanah.